Saturday, October 27, 2018

Blacknun Pegion


English Nun Pegion atau bisa di sebut juga dengan Black Nun , salah satu jenis burung merpati yang wajib untuk dikoleksi bagi pecinta burung merpati hias, bagaimana tidak jenis burung merpati hias jenis ini masuk dalam tipe tumbler yang selain memiliki keindahan postur dan warna yang indah menawan merpati English Nun memiliki kemampuan terbang yang bagus.

Untuk bisa menikmati keindahan gaya terbang dari merpati hias jenis ini akan lebih terlihat jika kita sesekali kita pelihara dengan mengumbar nya (lepas kandang) karena selain gaya terbang yang unik, kombinasi kepala, sayap, dan ekor hitam dipadukan dengan warna dasar badan putih sangat terlihat kontras di langit.
Ada beberapa varian warna di nun seperti megan, coklat, dan sebagainya, namun bagi para pecinta burung merpati hias warna hitam merupakan warna favorit karena saat terbang warna hitam paling bagus dan kontras sehingga makin memperindah gaya terbang jenis merpati English Nun ini saat ngawang menghias langit yang cerah.( selangor fancy pigeon)

Pos Jerman / German Beauty Homer.


German Beauty German Beauty Homer Homer adalah jenis merpati hias yang dikembangkan selama bertahun-tahun melalui pembiakan selektif, dari merpati German Racing Pigeon dengan varietas lain merpati peliharaan keturunan dari Rock Pigeon (Columba livia). Pertama kali dikembang biakkan sekitar seratus tahun yang lalu di Jerman.Pada bulan Januari 1908 sebuah organisasi didirikan untuk tujuan mengembang biakkan secara khusus diberi nama German Show Racing Pigeon.

Pada tanggal 10 Februari 1910, standar baku pertama kali ditentukan untukGerman Beauty Homermeskipun terganggu oleh dua perang dunia pertumbuhan dan popularitas terus meningkat pesat. Pada tahun 1925 organisasi ini mempunyai lebih dari 2000 anggota. Pada tahun 1930 nama Racing Pigeon diubah menjadi Deutsche Schautaube yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai German Show Pigeon. Selama bertahun-tahun penampilan ras ini telah berubah. Selama tahun 1930-an ada penekanan yang semakin meningkat pada makanan, yang mengakibatkan German Beauty Homer lebih besar dan lebih berat. Sebagai akibatnya kehilangan kemampuan terbang dari sebelumnya.Pada tahun 1948 standar German Beauty Homer ditentukan secara resmi sehingga tumbuh berkembang maksimal dan merupakan salah satu merpati yang paling populer di Jerman.

Pada tahun 1946 pertama kali peternak Amerika mengimpor dalam jumlah besar German Beauty Homer untuk dikembang biakkan. Dibentuklah Amerika German Beauty Homer Club yang pada tahun 1968, Robert Durig menjabat sebagai bendahara sekretaris. Amerika German Beauty Homer Club saat ini berkembang pesat meningkatan kwalitas dengan cara diadakannya pemilihan German Beauty Homer terbaik.Beberapa photo German Beauty Homer yang mendapat penghargaan dari National Pigeon Association.


          

Saturday, September 22, 2018

Merpati Songkop




             Diambil dari bahasa jawa timuran songkop/songkok/peci penutup kepala, namun adapula yang menyebutnya merpati dasi, karena pola warnanya wajib sampai ujung dada seperti dasi (lebih disenangi/kualitas). 

Merpati local ini mempunyai pola warna (marking) menarik dari kepala membentuk pola songkok/peci dilanjut ke bawah sampai dada namun dibelakang leher kebawah tetap warna dasar putih, dan ekor juga berwarna senada dengan warna dikepalanya. Cirri cirri lainnya Kepala berjambul lancip. Walau Sering dijumpai kaki berbulu/simbar sebetulnya ada pula yang kakinya tanpa bulu. Penyebaran awal diwilayah jawa timur, seputaran Jember/sekitarnya dan menjadi merpati getakan.

Monday, September 17, 2018

Merpati Gondok/Pouter

Hubungi Kami
1 pasang (2ekor)

Merpati Pajer



    Merpati jenis Pajer merupakan salah satu dari jenis merpati endemik indonesia dan keberadaannya mulai sulit ditemukan, Ras pajer yang masih asli memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

      Ras Merpati Pajer yang masih asli memiliki paruh panjang, dan pipih berwarna putih atau pink (merah muda), Kecil, pipih dan moncong memanjang seperti ada jarak yang jauh antara paruh dan bagian mata.
  Hidung kecil tidak mengembang, permukaanya berwarna putih bersih dengan pangkal hidung kelihatan berwarna merah muda dan di pangkal hidungnya (Pial) di tumbuhi bulu alus dan tertutup semua yang seperti gundukan kecil atau sungut.

     Pada bagian dahi kepala yang datar kelihatan memanjang, dari pangkal paruh terdapat gundukan bulu halus atau seperti sungut.
Tatapan mata yang tajam burung kelihatan buas dengan warna mata hitam, sedangkan pada bagian kelopak mata terlihat lebar berwarna merah muda.
        Memiliki jambul atau kuncir dibelakang kepala kecil tidak melingkar, hanya di bagian belakang dan mengarah ke satu titik atas melebihi tinggi kepalanya.
         Mempunyai Bentuk dan ukuran leher serasi dengan tubuh yaitu langsing dan panjang atau kelihatan jangkung bentuk dada lebar dan kekar.
       Warna bulu leher keatas putih bersih, sampai denagan sayap kecuali ekor yang berwarna hitam bersih.Ukuran tubuh dan leher kecil ramping dan panjang atau jangkung.

         Bentuk kedua sayap simetris kebelakang, dan panjangnya hampir sama dengan anjang ekor. Posisi berdiri 45°, dan tegap.

        Warna kulit kaki merah bersih mengkilap berbulu lebat sampai ke ujung jari jarinya. Bentuk kaki panjang Atau kelihatan jangkung.

        Kuku berwarna putih Atau merah muda, Bentuk tulang jari-jari keseluruhan simetris dan kokoh berdiri sempurna tidak terlalu menekuk.

Saturday, August 4, 2018

Merpati Maltece / Poule Maltais




Merpati hias Maltese – atau juga dikenal dengan nama-nama: Poule Maltais, Malteser, Мальтийский голубь – merupakan varietas yang berasal dari AUSTRIA, yang mulai dikembangkan sejak tahun 1800-an (dimasukkan ke Jerman tahun 1850). Varietas yang tergolong tipe UTILITY ini pada awalnya diternakkan sebagai merpati pedaging oleh peternak-peternak di perdesaan, kemudian mengalami pengembangan menjadi merpati pajangan yang sangat popular, baik di negara-negara Eropa maupun di benua lain. Diinformasikan bahwa varietas ini sama sekali tidak mampu terbang. Agak menyerupai varietas Banat Chicken.

Varietas ini tergolong berukuran besar, postur tegak, tinggi, dengan panjang dan lebar badan hampir sama. Kepala bulat tanpa jambul, leher panjang, dengan ekor dan sayap yang pendek. Kaki sangat tinggi, tanpa bulu-bulu hias. Berpenampilan anggun, bersemangat, gagah dan menunjukkan perilaku cerdas. Warna-warna bulu merpati Maltese sekarang sudah sangat variatif – baik polos maupun bercorak.